Angsa Jenius

"Jika tidak sibuk dengan kebaikan, berarti kita tengah sibuk dalam keburukan, atau minimal kesia-siaan."

Insight dari Filosofi Metode Pendidikan Charlotte Mason

Monday, October 05, 2020
Kalau dengar kata "filosofi", biasanya kita melengos duluan. "Alah, males lah!" karena terbayang hal-hal tidak real yang penuh perumpamaan dan jauh dari keseharian. Tapi nggak begitu ketika aku pertama membaca filosofi metode pendidikan anak Charlotte Mason (CM).

Perkenalanku dengan metode CM baru sekitar sebulan, tapi meski baru kenal rasanya aku pengin banget belajar lebih jauh karena aku mendengar ada bunyi...

Klik!

di lubuk hatiku yang terdalam.
Aciee!

Kalau kamu masih asing dengan metode CM, tenang, kamu punya banyak teman! Dan hari ini aku mau mengajak kamu kenalan sama metode CM, kali aja jadi jatuh cinta pada pandangan pertama.

Charlotte Mason namanya, seorang guru di Ambleside, UK, di era Queen Victoria. Tapi dia bukan guru sembarang guru, karena di masa itu pemikirannya sudah jauh lebih maju dibanding jamanya dan buah pemikirannya itu ditulis dalam enam buku tentang pendidikan. Hah, kok bisa? Kaya apa tuh lebih maju? Memangnya masih relevan ya dipakai di tahun 2020 ini? Baca sampai habis ya, aku jelaskan satu satu.

Ada satu hal yang selalu dilakukan oleh CM yaitu begin with question. Ketika ada murid baru datang ke sekolahnya, dia akan selalu bertanya "Tujuanmu datang ke sini untuk apa?" Rupanya ini bertujuan untuk mengajak muridnya tahu dulu apa alasan dan tujuannya datang ke sekolah, agar dalam perjalanan mereka bisa fokus untuk mencapai tujuan itu. Kalau kita tahu apa tujuan kita, nggak akan lagi tuh kita sibuk dengan hal-hal yang nggak berhubungan dengan tujuan. Asal apa, buibuk? Asal fokuuuusss.

Bicara soal pendidikan, maka kita akan bicara juga soal manusia. Maka sebelum lebih menghabiskan waktu berjam-jam menyusun kurikulum, cara, pusing mau beli mainan dan buku apa, kita harus paham dulu bahwa kita sedang mendidik manusia. Anak kita juga manusia, meskipun masih kecil dan suka marah-marah nggak kaya orang dewasa, but that doesn't make them less human. Manusia diciptakan Allah bukan cuma untuk makan, sekolah, kerja, rutin gitu-gitu aja. Allah sudah menetapkan tujuan penciptaan manusia.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku." (Q.S. Adz-Dzariyat: 56)

Untuk ibadah. Apakah ibadah cuma pas shalat, puasa, sedekah aja? Oh, tentu tidak. Semua hal bisa jadi ibadah asal diniatkan dan dilakukan dengan cara yang Rasulullah SAW contohkan. Aku jadi ingat pernah ikut kelas purpose of life dari Kang Nugie. Kang Nugie menjelaskan bahwa kita harus menemukan peran spesifik yang jadi tujuan hidup kita, agar kita bisa bermanfaat untuk lebih banyak orang. Tentang purpose of life kita bahas di postingan lain, ya!


Memahami bahwa anak kita adalah manusia akan membuat kita lebih hati-hati dalam bersikap. Pas mau ngomel 

"Eeehh, ini anak kecil Allah ciptain buat ibadah, masa iya ku omelin."

dan akan membuat kita paham tujuan pendidikan kita apa, agar selaras dan nggak melenceng dari tujuan penciptaan anak kita.  


Ada satu pertanyaan lagi yang harus dijawab orang tua ketika membuat konsep pendidikan anaknya.

"Untuk apa menyekolahkan anak?"
Coba dipikir pelan-pelan lalu tulis jawabannya, kenapa kita pengin anak kita sekolah? Apakah biar pintar, lalu kerja, lalu bisa makan enak, punya rumah nyaman dan otomatis bahagia? Apakah sekolah cuma bertujuan sebatas itu saja? Gimana dengan karakter? Apakah sekolah juga bertujuan memumbuhkan karakter baik dalam diri anak?


Charlotte Mason percaya bahwa seharusnya pendidikan dan sekolah tidak berhenti tujuannya sampai di level pintar untuk bekerja saja tapi juga mendidik agar anak memiliki karakter mulia, lebih bijak dan menjadi pribadi yang magnanimous. Maksudnya magnanimous itu berbudaya, mampu menilai dan menimbang mana yang baik dan kurang baik, dan tahu caranya hidup tidak hanya tahu caranya mencari uang. Wow!

Tidak apa-apa set goal tinggi, karena dari situ kita jadi bisa melompat lebih tinggi. Kalau goalnya rendah, ya lompatnya segitu-gitu aja. Iya kan?

Fungsi dari pendidikan bukan untuk meningkatkan kemampuan teknis, tapi untuk membangun manusia. Makin manusiawi seseorang, makin baik pula caranya bekerja. Apapun pekerjaannya.

Maksudnya manusia yang manusiawi adalah manusia yang semua possibilities-nya keluar sehingga ia tahu tujuannya hidup dan tahu alasannya hidup. CM percaya manusia diciptakan dengan tujuan yang lebih besar dari dirinya sendiri, maka cari cara supaya hidup yang hanya satu kali ini jadi bermanfaat! 






Tulisan ini masih akan disunting karena dikerjakan di minggu hectic pelatihan. Tunggu versi finalnya ya!


Be First to Post Comment !
Post a Comment

Terima kasih sudah membaca! Silakan tinggalkan komentar di bawah ini :)

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9